oleh

Pemprov Kepri dan Komdigi Percepat Pemerataan Broadband di Kawasan Perbatasan

KEPRI.SIN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) menyepakati langkah strategis untuk mengakselerasi penuntasan isu blank spot di wilayah perbatasan melalui teknologi satelit dan Frekuensi 700MHZ.

Kesepakatan itu terjalin dalam audiensi antara Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura dan Dirjen PPI Kementerian KomDigi Wayan Toni Supriyanto di Kantor Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Menara Danareksa Lantai 22, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

WhatsApp Image 2026-08-06 at 21.48.37.jpegWakil Gubernur didampingi Sekretaris Diskominfo Kepri James Simon Pattikawa serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Kepri Sentot Faizal. Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto hadir didampingi Direktur Akselerasi Infrastruktur Mulyadi, beserta jajaran tim teknis. (Banhub)

Baca Juga  700 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Sindoro-Sumbing

Dirjen PPI Kementerian KomDigi Wayan Toni Supriyanto dalam pertemuan menegaskan jika Pemerintah Pusat berkomitmen mengintegrasikan teknologi mutakhir guna mendukung pemerataan ekonomi dan optimalisasi layanan publik di wilayah kepulauan.

Dalam pembahasan teknis ditetapkan enam lokasi prioritas pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Provinsi Kepulauan Riau. Lokasi tersebut tersebar di Kabupaten Lingga, Natuna, dan Karimun dengan pelaksanaan pembangunan yang akan melibatkan operator telekomunikasi, yaitu Telkomsel, XLSMART, dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang dalam strateginya mengalokasikan frekuensi 700MHz.

Baca Juga  Sea World Ancol Gelar October Legacy Sambut Hari Batik Nasional

Sebagaimana diketahui, frekuensi 700 MHz digunakan sebagai pita lebar bergerak seluler (mobile broadband) untuk memperluas jangkauan layanan internet 4G/LTE dan 5G. Frekuensi utamanya guna mengatasi area blank spot serta meratakan akses konektivitas hingga ke pelosok pedesaan.

Frekuensi 700 MHz memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya: memiliki cakupan sinyal yang luas dan kuat, efisien dalam hal biaya karena dapat membangun infrastruktur jaringan dengan jumlah BTS yang lebih sedikit.

Selain pembangunan BTS, dalam pertemuan ini juga dibahas pemanfaatan berbagai teknologi pendukung untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan, di antaranya optimalisasi pemanfaatan Satelit Republik Indonesia (SATRIA), penguatan jaringan tulang punggung Palapa Ring, serta pengembangan teknologi berbasis satelit sebagai alternatif layanan komunikasi di daerah yang belum dapat dijangkau jaringan terestrial.

Baca Juga  Paradigma Baru Advokat Indonesia Abad ke-21 dan Transformasi Profesi Hukum Indonesia

Pertemuan juga mensintesiskan strategi komprehensif untuk memastikan 207 titik blank spot yang tersisa di Kepulauan Riau untuk segera mendapatkan akses broadband.

“Upaya ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur, melainkan instrumen vital dalam memacu pertumbuhan investasi yang selama ini stagnan dan memastikan kesejahteraan digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar,” sebut Wayan.

News Feed